Senyum


Senyum adalah sedekah yang paling mudah. Senyum ibu bapak adalah senyum yang paling indah. Kita patutnya bersyukur karna kita masih bisa melihat senyum mereka. Baik itu kita sadari maupun tidak kita sadari. Mungkin banyak yang tersembunyi di balik senyum mereka yang banyak tidak kita ketahui. Senyum mereka jauh lebih indah dibadingkan senyum pasangan kita. Senyum mereka jauh lebih indah dibandingkan alam yang memberikanmu keindahan. Memang alam memiliki sejuta keindahan , tapi alam bakalan kalah kalau kita melihat orangtua kita senyum dengan apa yang kita berikan.
Maaf bu, pak, aku belum bisa membuat ibu dan bapak tersenyum sekarang. Ya Allaaaah panjangkan umur mereka sampai aku bisa membuat mereka tersenyum. Sering ku melihat mereka tersenyum memang, apakah tidak lebih baik aku membuat mereka tersenyum dengan kebahagiaan kami ?? Ya, kebahagiaan kami. Aku , Ibuku , Bapakku , Adik-adikku. Mereka tersenyum menutupi masalah mereka. Aku sendiri pun begitu. Saat sendiriku aku merasa orang yang paling bersalah ketika melihat mereka tersenyum tetapi masih menyembunyikan masalah mereka.
Ibuku adalah orang kedua terhebat dalam hidupku. Mengapa kedua ? Karna yang pertama adalah seorang yang ibu pasang pada nama depanku . Muhammad saw . Walaupun aku tidak melihat senyum-nya tetapi aku bisa merasakan senyumannya ketika aku sedang sendiri. Kembali ke ibuku. Lebih dari 20 tahun yang lalu ibuku sempurna menjadi ibu. Karna melahirkan seorang putra seperti aku. Tapi aku bukan orang yang sempurna karna belum bisa membuat ibuku tersenyum bahagia. Sudah banyak memang ku buat mereka diluar sana orang tersenyum, tetapi mengapa aku tak pernah membuat mereka bahagia ? Aku tahu mereka tersenyum, tepatnya tertawa, karna mereka hanya menghargaiku saja. Setidaknya aku pernah membuat mereka tersenyum.
Ibuku pernah berkata, kalau belum bisa membahagiakan setidaknya kamu tidak membuat susah. Aku ingat saat itu aku masih smp, tapi pesan itu bakalan aku terapkan sampai aku mati nanti. Tapi apakah sekarang aku menyusahkan kalian bu ? pak ? Karna aku belum bisa membahagiankan kalian ? Oh Ibuuu Bapaaak maafkan aku. Sering kusadari saat aku keluar bersama teman-teman, sebelum pergi ibu mengatakan nak, jangan buat orang susah tidur kenapa ? Entah setan darimana yang membuat aku tidak mempedulikan kata ibuku. Memang , Ibuku percaya akan aku diluar sana, tapi ibuku khawatir kalau aku keluar malam dan kenapa-kenapa dijalan. Hem , aku salah bu pak.
Aku berjanji bakalan membuat ibu bapak dan adik-adikku bangga akan apa yang aku raih. Saat itu setelah tamat Aliyah, aku ibu dan bapak berbincang di depan TV. Saat itu kami menonton Kick Andy di Metro TV. Tiba-tiba ayah mengatakan , kenapa nak gamau jadi polisi ? Bapak melanjutkan , padahal adik kakekmu itu bisa membantu, kenapa kamu sia-siakan kesempatan ini nak ? Ibuku terdiam menanti jawabanku. Apakah ibu dan bapak tidak lebih bangga saat aku duduk di samping pembawa acara itu ? Yaa, itu cita-citaku. Di wawancarai dengan prestasi yang ku buat. Tentunya ibu dan bapak ada di bangku paling depan , tamu spesial di acara yang spesial itu juga.
Tapi mengapa aku terus berleha-leha dengan kesempatan yang entah kapan aku miliki ? Ini adalah tulisan pertama dihidupku, biasanya aku hanya mengatakannya saja. Aku memiliki banyak kekurangan tetapi masih saja bangga akan kekuranganku. Mungkin maksudku, aku hanya bersyukur dengan caraku. Hanya mereka yang tidak tahu siapa aku yang mengatakan aku bangga akan kekuranganku.
First