Banyak kejadian dan cerita yang terjadi di pinggir jalan. Baik itu jalan yang besar atau jalan tikus sekalipun. Kecelakaan, jambret, bahkan sampai kehilangan nyawa pun sudah hal yang biasa terjadi di jalanan. Apalagi kalau itu jalan lintas. Bukan lintas pikiran, hanya jalan antar kota atau provinsi. Provinsi Sumatera bahagian utara atau SUMBAGUT beribu kota Medan. Anak medan banyak di terminal. Terminal banyak angkot. Dan angkot selalu berada di jalanan.
Diluar Medan sendiri pun banyak anak yang entah dari mana asalnya bila keluar dari SUMBAGUT akan mengaku bahwa ia anak Medan. Toh kampung mereka tidak banyak yang tahu. Tapi tidak dengan aku. Aku, kapanpun dan dimanapun aku tetap mengatakan bahwa aku anak PAMELA CITY. Ya, Pajak Melati. Kecuali mereka bertanya itu dimananya. Dekat monza-monza itu ku jawabkan. Masak gatau. Sok gadak baju nya yang monza.
Setahuku, yang datang dan berbelanja di Pamela itu orang-orang kaya yang naik mobil. Bukan angkot. Karna mereka berduit dan tahu merek, mereka tidak ada kata bosan untuk pergi dan pergi kembali ke Pamela City ini. Sebenarnya daerah rumahku hanya berdekatan, tidak sampai ke Pamela. Kira-kira kalau kita dari rumahku ke Pamela hanya membutukan waktu 1 jam. Ya 1 jam, kalau gadak kerjaan. Caranya kesana ngesot mungkin.
Dijalanan banyak mereka yang tidak tahu akan bahaya yang selalu mendampingi mereka. Seharusnya mereka punya SIM, biar mereka tahu aturan dan cara berkendara yang baik. Tapi yang punya SIM pun SIM tembak. Hal yang biasa di negeri ini. Hal yang tidak biasa itu saat tidak ada lagi hal biasa tersebut. Mulailah dari hidupmu za. Lihat sekelilingmu. Masih bangga akan siapa bapaknya, padahal mereka calon mamak-mamak bukan bapak-bapak. Mau cari calon suami seperti apa yang bisa memanjakan kamu seperti bapakmu?
Aku sadar aku bukan calon suami yang seperti bapakmu. Aku sering menyakiti hatimu. Aku juga tahu, bapakmu juga pernah menyakiti hatimu, hal sepele mungkin. Tapi mengapa saja kau tetap percaya bahwa dia selalu menyayangimu ? Sedangkan aku? Kau tidak percaya padaku. Kau tahu bahwa sebenarnya bapakmu sayang padamu makanya ia melarang hal yang kamu mau. Apa aku pernah melarangmu untuk ngumpul sama teman-temanmu? Ya karna ridho orang tua tentunya.
Ridho bapakmu itu untuk ibumu, istrinya. Ridho yang kau cari itu Riza namanya. Jangan pernah terlalu sayang padaku bila tak mau kehilanganku. Kaca yang berdebu bila kau usap dengan kuat maka pecah juga. Tapi bila tidak bertenaga maka tak hilanglah debunya. Biasa-biasa saja mencintaiku. Hanya satu pintaku, kau harus tahu siapa dirimu baru kau cari tahu siapa aku.
EmoticonEmoticon