Sembunyi


Saat kita melakukan kebaikan seharusnya kita menyembunyikan kebaikan itu dan melupakan tanpa mengharapkan balasan apapun dari seseorang yang kita prilakukan dengan baik itu. Tapi bila kita melakukan kejahatan atau keburukan kepada siapa saja yang kita sadari , mengapa hal itu kita sembunyikan juga ? Apa tidak seharusnya kita mengaku salah dan kita coba memperbaikinya ? Apalagi kita melakukan hal yang salah kepada ibu bapak kita ?
Kuingat , saat umurku belum genap 20 tahun, hal baru dalam hidupku terjadi. Dimana saat aku mencoba mulanya, dan lama kelamaan menjadi kebiasaan yang buruk buat ku dan orang sekeliling ku. Memang tak banyak yang tahu apa yang kita lakukan di belakang orang lain, toh yang tahu siapa kita siapa lagi kalau bukan kita sendiri. Tapi sadarkah kita bahwa banyak yang peduli kepada kita ? IYA ! Mereka yang memandang buruk akan kesalahan yang kita lakukan sebenarnya ialah orang yang peduli akan kita.
Teman ku memang banyak yang tahu aku merokok. APA ? MEROKOK? Sejak kapan kau ngerokok ? Itu yang mereka tanyakan saat aku ketangkap basah. Hahaha kau memang hanya tahu siapa aku sekarang, karna yang kau tahu sebelumnya aku tidak begitu orangnya. Tapi dari pertanyaanmu aku tahu siapa kau sebenarnya teman. Menurutku teman yang baik adalah saat kita melakukan hal yang baru dan mereka tahu bahwa itu bukan kita, apa tidak lebih baik mereka bertanya , kapan BERHENTI?
Aku memang mulai sepemikiran dengan temanku yang lain tentang hal ini. Aidil namanya. Kami dahulu bukanlah seorang perokok, kami hanya tahu bagaimana cara kami mengekspresikan diri. Mungkin mereka munafik, karna selama ini mereka hanya sayang dengan kebaikan kami dan tidak menerima keburukan kami. Munafik adalah lain yang di katakan lain yang di pikirkan. Mereka mengatakan kau tidak begini, kau yang dulu adalah seorang yang sempurna buat aku. Mungkin aku salah sekarang, dan aku tak memikirkannya lagi.
Tapi sekarang sejak mereka tahu siapa kami saat ini, mereka malah lebih memikirkan kami. Aku tahu walau mereka tak mengatakannya. Aku tahu dari tatapan tak peduli mereka. Terlalu percaya diri . Mungkin aku salah, karna segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Hanya percaya akan dirimu sendiri. Jika sekarang kami dijauhi oleh mereka setidaknya hal ini yang membuat kami dekat. Kami, aku dan Aidil.
Banyak diluar sana yang lebih buruk dari kami. Mereka memulai merokok sejak sekolah, bahkan saat mereka tidak tahu apa dampak buruknya bagi dirinya dan orang sekeliling mereka. Tunggu, apa orang yang mereka sayang tahu bahwa mereka merokok ? Apa orang yang mereka sayang tetap sayang kepada mereka ? Alangkah bersyukurnya aku akan hal itu bila itu yang terjadi di kehidupanku.
Tanpa aku sadari sebenarnya akulah yang paling buruk di sini. Ya aku. Karna keburukanku sebenarnya tidak banyak yang tahu karna aku menyembunyikannya. Apalagi menyembunyikan kepada ibu dan bapakku. Dalam sendiri ku merasa sunyi. Dalam sunyi ku merasa mereka selalu ada. Tapi mengapa aku merasakan sunyi sementara ibu dan bapak masih selalu ada ? Karna aku terlalu menyembunyikan ini. Kalau saja ibu dan bapak tahu siapa aku sebenarnya aku tak tahu apa dampaknya bagiku, adikku, dan ibu bapakku juga.
Ini bukan hal yang paling berdosa, tapi ini adalah hal yang biasa buat mereka yang biasa melakukan dosa. Ya, aku merasa yang paling berdosa. banyak hal yang akan selalu ku sembunyikan di kehidupanku.
Previous
Next Post »