Kasur


Setiap aku tidur, mungkin benda ini yang bisa membuat tidurku lebih nyenyak. Empuk, hangat, nyaman, sehingga menjadikan tidurku lebih sempurna. Ketika pagi datang benda ini harus aku bereskan. Wajib itu yang dibuat setiap pagi. Saat matahari menyapu kamarmu lewat sela-sela jendala, dan suara azan sebelumnya telah membangunkan tidur indahku. Tapi aku masih tidak mengindahkan suara azan tersebut demi hal yang ku anggap indah ini.
Banyak diluar sana, bahkan ia sudah lupa kasur itu bagaimana. Bukan karna ia ilang ingatan, ia memang sudah lama tak merasakan kenyamanan saat tidur diatas kasur. Banyak hal di duniamu ini yang tak kau sadari itu adalah mimpi yang sulit terwujud buat orang lain. Saat aku melintas di sebuah jalan, tidak sedikit ibu yang menggendong putranya, mukanya kusam, tapi kita tidak tahu apa yang ada pada hatinya. Bisa saja mereka hanya pura-pura susah. Atau aku yang tak pernah merasa susah.
Mungkin iya. Aku hanya terlena dengan kemewahan yang hanya dianggap sampah bagi seorang anak tokeh emas. FREEPORT. Dimana hanya mereka yang pintar dan tahu deluan bisa lebih berkuasa dibadingkan mereka yang tidak tahu akan ke kayaan alamnya. Mereka yang lebih cepat bergerak dalam menggambil sebuah peluang yang bisa membuat dunia mereka jauh dari yang seharusnya punya hak dalam hal itu. Bukankah manusia ada 2 jenis. Ya manusia baik dan manusia buruk. Tidak ada pilihan untuk memilih keduanya, serakah jadinya.
Cok cabang aja bisa membagi arus, sedangkan mereka yang belum sadar akan hal berbagi itu menakjubkan sudah sok hebat. Pekara uang masih bisanya hilang uang itu. Tiba di balikkan duniamu, sementara kau hanya memiliki orang karna uangmu. Uang yang selalu memanjakan kamu dengan kesempurnaan hidupmu. Uang yang akan menunggu waktunya untuk menghancurkanmu. Aku hanya mengingatkan, bukan sok tahu. Karna Tuhan yang maha tahu. Aku hanya manusia yang memiliki cara pandang seperti ini. Dan hanya ini yang ingin ku sampaikan.
Dunia terus memberikan kamu tempat yang enak, nyaman. Tapi itu di perjelas ketika Tuhan masih mengizinkan kamu tidur di tempat yang indah itu bukan? Oh teman, sahabat, adik, mengapa kalian tidak mengingatkanku untuk hal kita dapatkan selama ini. Atau aku hanya belum menyadari dan baru menyadari ini ? Yaa saat ibu dan bapak ku mengatakan hal ini. Apa mugkin mereka pernah mengalami hal ini? Satu yang sangat membuat aku bangga bahwa aku terlahir karna mereka, yaitu saat mereka merasa susah tapi mereka tetap merasakan kesenangannya bertiga. Ya, ibu dan bapakku . Kenapa hanya 2? sedangkan ku katakan bertiga?
Karna aku tidak akan pernah ada kalau mereka tidak ada juga. Betapa bersyukurnya aku saat tahu bahwa kenikmatan sesungguhnya bukan saat aku tertidur di atas kasur, tapi saat aku membayangkan aku tertidur di antara kehangatan pelukan kedua orang tuaku. Aku ingin mengulang masa itu, saat aku di gendong bukan menggendong. Saat aku di cium dan menangis, di saat aku menangis tandanya lapar. Bukan menangisi percintaan, tapi menangis karna kelaparan.
Tetaplah bersyukur dengan hal kecil dalam hidupmu. Betapa hebatnya dirimu saat kau tahu kurangnya kau dan kau tetap akan selalu mencoba mengurangi hal tersebut. Setidaknya mencoba walau belum tentu hasilnya seindah mimpimu saat tertidur diatas KASUR.
Previous
Next Post »